GANGGUAN KEAMANAN DALAM NEGERI

04/12/2010 09:27

1)      Pemberontakan PKI Madiun

Pemberontakan PKI mAdiun dilator belakangi oleh pembentuka FDR (Front Demokrasi Rakyat) oleh Amir Syarifudin pada tanggal 26 Februari 1948 di Surakarta. FDR menuntut pemerintah mebatalkan perjanjian Renville dan menentang Reorganisasi dan Rasionalisasi (RERA) angkatan peran oleh cabinet Hatta. Strategi FDR adalah :

1.       Dalam Parlemen, menyusun terbentuknya Front Nasional untuk menggulingkan cabinet Hatta.

2.       Menghasut ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah.

3.       Menarik pasukan yang pro-FDR dari medan perang.

Kekuatan FDR bertambah dengan datangnya Musso padat atahun 1926, dari Rusia. Sejak kedatangan Musso kegiatan FDR/PKI semakin meningkat, selain terjadinya kakacauan di berbagai daerah juga terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap lawan politiknya. Tanggal 11 September 1948, terjadi pemberontakan berdarah di Surakarta dan ada tanggal 17 September 1948 PKI mundur. Kejadian di Surakarta ternyata hanya untuk mengalihkan perhatian pada tanggal 18 September 1948 terjadi perbuta kekuasaan di madiun yang disertai penculikan dan pembunuhan terhadap pejabat sipil, militer dan sebagainya. Lalu, pemberontak mendirikan Negara Soviet di madiun. Presiden Soekarno menyatakan kepada rakyat untk memilih Soekarno-Hatta atau Amir-Musso, dan khirnya rakyat memilih Soekarno-Hatta. Maka pemerintah langsung memerintahkan untuk menumpas PKI Madiun dan pada tanggal 30 September pemberontakan PKI Madiun dapat diredam.

2)      DI/TII

-          Jawa Barat

Ketika pasukan siliwangi hijrah ke Jawa Tengah, ada beberapa lascar perjuang yang menolak untuk dengan teap tinggal di Jawa Barat. Pasukan TNI ditarik mundur kedaerah RI. Tetapi anggota Hizbullah dan Sabillilah tidak mentaati perintah untuk hjrah. Mereka kemudian bergabung dan mendirikan Darul Islam (DI) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo pada tangal 7 Agustus 1949 merekea memproklamasikan apa yang dinamakan Negara Islam Indonesia (NII). Sejak saat itulah pemerintah mengadakan operasi penumpasan terhadap gerombolan tersebut. Gerombolan DI mendapat bantuan perlengkapan dan senjata dari kaum subversiveitu. Tidak sedikit penderitaan yang ditanggung rakyat Jawa Barat karena gerombolan DI/TII ini melakukan terror terhadap mereka. Untuk kebutuhan hidup, DI/TI merampok harta rakyat , terutama rakyat-rakyat yang tinggal dipelosok pegnungan. Baru pada tahun 1960, kodam VI/Siliwangi mulai melancarkan operasi penumpasan. Dengan bantuan rakyat dalam operasi “Pagar Betis”, maka pada tahun 1962 gerombolan DI/TII akhirnya dapat dhancurkan.

-          Jawa Tengah

Unsur penyebab timbulnya gerakan DI/TII di Jawa Tenga adalah “Majelis Islam” di bawah pimpinan Amir Fatah di daerah tegal-brebes dan “Angkatan Umat Islam” di bawah pimpinan Moh. Mahfudh Abdul Rachman di daerah Kebumen. DI/TII Jawa tengah pada mulanya sedah muai terdesak oleh TNI, tetapi muali tahun 1952 mereka menjadi kuat kembali, karena mendapat bantuan dari Batlyon 423 dan 426 yang memberontak terhadap pemerintah. Mereka membentuk pasukan baru yang disebut benteng Raiders. Dengan pasukan baru ini ini dilancarkan serangkaian operasi kilat yang disebut Geakan Banteng Negara (GBN) sebuah operasi yang dipimpin oleh Letkol Sarbini, Letkol Bachrun, Letkol Ahmad Yani. Pada tahun 1954 dilancarkan operasi penumpasan yang dapat menghancurkan gerombolan ini.

-          Aceh

Factor penyebabya adalah rasa khawatir akan kehilangan kedudukan diturunkannya kedudukan aceh dari sebuah daerah istimewa menjadi keresidenan di bawah Provinsi Sumatra Utara pada tahun 195. Pada tanggal 20 September 1953, teungk daeud Bareuh mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Aceh merupakan Negara bagian NII di bawah Kartosuiryo. Untu menghadapi Daud Beureuh, pemerintah menggunakan kekutan senjata, selain itu TNI juga memberikan penerangan kepada rakyat untuk menghilangkan rasa salah paham dan mengembalikan kepercayaan kepada pemerintah. Pada tanggal 17 sampai 21 Desember 1962 diadakan “musyawarah kerukunan rakyat aceh” atas prakarsa Pangdam I/Iskandar Muda Kolonel Yasin, dengan ini pemberontakan dapat di-akhiri dengan jalan musyawarah.

-          Sulawasi Selatan

Gerakan DI/TII ini banya memakan waktu, biaya, tenag, dan pikiran pemerintah, karena gerakan yang dimulai padat haun 1951 baru dapat benar-benar diselesaikan pada tahun 1960. Rasa kesukuan berhasil ditanamkan oleh rakyat dan berakar di hati rakyat. Sebab utama pemberontakan ini sebenarnya ialah ambisi Kahar Muzakar untuk mendaat kedudukan pimpian dalam APRIS (TNI). Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah, diusahakan untuk menyalurkan para anggota KGGS menjadi APRIS tetapi tidak semua bias masuk APRIS karena tidak semua yang sesuai dengan ketentuan untuk menjadi prajurit baik mental maupun fisik. Kahar Muzakar sendiri sudah diberi pangkat Letnal Kolonel tetapi saying uluran tangan pemerintah ini tidak diterima sehigga pada bulan agustus 1951 Kahar Muzakar bersama pasukannya melarikan diri ke hutan dengan membawa perlengkapan dan senjata. Pada tahun 1952 menyatakan bergabung dengan dengan DI/TII Kartosuwiryo. Untuk mengamankan dan menyelesaikan persoalan Sulawesi Selatan ini pemerintah melancarkan operasi militer dan pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar dapat disegap dan ditembak mati.

-          Kalimanan Selatan

DI/TII dikalimatan selatan dipimpin oleh Ibnu Hajar, ia menggalang gerakan bernama Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT). Sejak pertengahan oktober 1950, KRYT menyerang pos-pos TNI dan mengacau sejumlah wilayah di Kalimantan selatan. Pada mulanya pemerintah RI masih member kesematan kepada pemberontak untuk menyerah dan diperboleh kan kembali masuk APRI, namun Ibnu Hjar memanfaatkan tewaran tersebut dengan mengelabui pemerintah untuk memeroleh senjata. Maka pada bulan juli1963, Ibnu Hajar dapat ditangkap dan diadili di pengadilan militer serta 2 tahun kemudian dihukum mati.

3)      Pemberontakan APRA (Angktan Perang Ratu Adil)

Sekelompok bekas KNIL di bawah pimpinan Kapten Raymond “Turk” Westerling yang menamakan dirinya APRA menyerbu dan melakka troro di kota Bandung pada bulan Januari 1950. Tujuannya ialah mepertahankan bentuk Federal di Indonesia dan adanya tentara sendri pada negqra-negara bagian RIS.  Anggot aKL bersenjata lengkap menyerang kota Bandung pada pagi hari tanggal 23 Januari 1950. Tanggal 22 Januari sebetulnya pempinan Siliwangi telah melansir adanya suatu gerakan dari sekelompok orang bersenjaa di luar kota bandung. Pemerintah RIS segera mengirimkan balabantuan ke Bandung. Setelah meninggalkan Bandung gerombolan APRA menyebar ke berbagai tempat dan terus dikejar oleh APRIS dan dengan bantuan rakyat gerombolan berhasil dilumpuhkan. Selain di Bandug, sebenarnya gerakan APRA juga diarahkan ke Jakarta. Menurut rencananya gerombolan APRA ini akan meyerang gedung cabinet dimana pada hari itu akan diadakan sidang cabinet. Merekamnculik semua menteri dan membuuh menteri pertahanan. Namun karena kesigapan APRIS usaha Apra di Jakrta jga digagalkan , pada taggal 22 Februari 1950Westerling meninggalka Indonesia menuju Malaya dengan pesawat terbang Belanda maka para pengikutnya juga bubar.

4)      Gerakan Andi Azis

Gerakan ini dilator belakangi oleh ketakutan akan digantikannya KNIL oleh TNI makasar sehingga KNIL dibawah pimpinan Andi Azis menyerang markas TNI di Makasar pada jam lima pagi. Tapi karena pasukan Paris jumlahnya jauh lebih sedikit dari penyerbu maka dalam waktu singkat Makasar erhasil dikuasai gerombolan penyerbu. Tanggal 5 April perdana menteri NIT mengundurkan diri karena tidak menyukai tindakan Andi Azis. Pemerintah kemudian dipegang oleh pimpinan baru yang pro RI dibawah pimpinan Mr. Patuhena dan pada tanggal 21 April, wali Negara NIT Sukawati mengumumkan bahwa NIT bersedia melebur kedalam Negara kesatuan Indonesia apabila RI juga berseduia melakukan hal yang sama. Pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum pada tanggal 8 april yang nmenginstruksikan agar Andi Azis dalam waktu 4x24 jam dating melaporkan diri ke Jakarta, namun Andi Azis terlambat melaporkan diri dan kerenanya ditangkap untuk diadili sebagai pemberontak.

5)      Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Pada bulan April 1950 diproklamasikan berdirinya RMS dan Simoukil sebagai presidennya. Pada waktu itu keadaan di ambon mengalami kekacauan Karen abanyak aggota bekas KNIL yang ingin bergabung dengan TNI. Untuk mencegah hal tersebut Belanda muali menghasut dan menyebarkan desas-desus yang buruk terhadap TNI dan RI. Pada tanggal 25 April 1950 diproklamasikanlah RMS. Pemerintah RIS berusaha mengaasi hal tersebutdengan damai namun ditolak bahkan RMS malh meminta bantuan, perhatian dan pengakuan dari luar negeri. Maka pemerintah RIS terpaksa menumpas poetualangan Sumoukil dengan senjata. Pada tanggal 14 Juli pagi pasukan Wxspedisi APRIS sebanyak 850 orang dibawah Kawilarang mendarat di pulau laha, pulau buru. Komandan pasukan RMS pulau buru menyerah dan menghadap Kawilarang. Setelah pulau buru dikuasai pasukan APRIS/TNI menuju seram pada tanggal 19 Juli 1950 dan dengan mudah Seram dikuasai pada hari it juga dan seelah menderita banyak korban pantai utara seram dan seluruh pulau ambon dapat dikuasai. Operasi Apris dilakukan dari pulau ke pulau dan menghancurkan pasukan RMS, sedadu RMS melarikan diri ke hutan-hutan dan beberapa lamanya membua kekacauan. Pada bulan Desember 1963 maluku dapat diamankan kembali setelah Dr. Sumoukil tertangkap.

Contact

Search site

© 2010 All rights reserved.

Create a free website Webnode